Hello world!

Mei 19, 2010 rimamaylestari

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Entry Filed under: Uncategorized

5 Comments Add your own

  • 1. rielti  |  Juni 9, 2010 pukul 9:32 am

    Ass,,,
    Maaf, ini tugas saya :
    Ide Pokok dari tiap-tiap paragraf :
    Paragraf 1 :
    Salah satu kesenian daerah Bengkulu yaitu Nandeh sudah punah.
    Paragraf 2:
    Tidak adanya lagi penerus untuk menghidupkan kembali kesenian Nandeh.
    Paragraf 3:
    Pelakon Nandeh mirip dalang bercerita atau berdongeng, sehingga dapat menghibur orang banyak.
    Paragraf 4 :
    Seorang penutur Nandeh bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap.
    Paragraf 5 :
    Kesenian wayang banyak dimodifikasi dan isi ceritanya mengikuti perkembangan zaman.
    Paragraf 6 :
    Akibat kemajuan teknologi, Nandeh mendapatkan gempuran dari media elektronik.
    Paragraf 7 :
    Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh semakin memperburuk keadaan kesenian ini.
    Paragraf 8 :
    Upaya yang dilakukan Disbudpar Bengkulu yaitu mengadakan festival kesenian.
    Fakta :
    “Kesenian yang berasal dan berkembang di wilayah Talo, Masmambang, Manna, hingga Kaur itu di zaman dulu hampir ada di setiap acara warga yang sedang berduka,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bengkulu, Drs Agus Setiyanti, Minggu.
    Namun, kesenian Nandeh justru mengalami gempuran dari media elektronik yang selalu mengadakan acara beraneka ragam pilihan, akibat kemanjuan teknologi yang membuat jangkauan siaran saat ini hampir merata dapat diterima di seluruh pelosok Nusantara.
    Opini :
    Menurut Agus, seorang penutur Nandeh akan bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap, serta layaknya dalang di Pulau Jawa, penutur Nandeh juga menggunakan properti yaitu sebilah kayu atau bambu yang berukuran satu meter untuk menopang dagu nandeh.
    “Jika di pulau Jawa kesenian wayang terus mengalami modifikasi, baik itu dalam properti yang digunakan seperti wayang terbuat dari karet lentur, sedangkan isi cerita yang dilakonkan terus berubah mengikuti perkembangan zaman dan masih diterima sampai sekarang,” katanya.
    “Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh juga semakin memperburuk keadaan, apalagi kebiasaan seorang kakek bercerita kepada anak cucunya sebelum tidur saat ini sudah hilang dan tidak lagi diberlakukan,” katanya.

  • 2. ichobee  |  Juni 9, 2010 pukul 9:38 am

    Assalamualaikum,,,

    Ibu,,,
    ini tugas yang saya bu.

    Ide Pokok dari tiap-tiap paragraf :

    Paragraf 1 :
    Salah satu kesenian daerah Bengkulu yaitu Nandeh sudah punah.

    Paragraf 2:
    Tidak adanya lagi penerus untuk menghidupkan kembali kesenian Nandeh.

    Paragraf 3:
    Pelakon Nandeh mirip dalang bercerita atau berdongeng, sehingga dapat menghibur orang banyak.

    Paragraf 4 :
    Seorang penutur Nandeh bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap.

    Paragraf 5 :
    Kesenian wayang banyak dimodifikasi dan isi ceritanya mengikuti perkembangan zaman.

    Paragraf 6 :
    Akibat kemajuan teknologi, Nandeh mendapatkan gempuran dari media elektronik.

    Paragraf 7 :
    Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh semakin memperburuk keadaan kesenian ini.

    Paragraf 8 :
    Upaya yang dilakukan Disbudpar Bengkulu yaitu mengadakan festival kesenian.

    Fakta :
    “Kesenian yang berasal dan berkembang di wilayah Talo, Masmambang, Manna, hingga Kaur itu di zaman dulu hampir ada di setiap acara warga yang sedang berduka,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bengkulu, Drs Agus Setiyanti, Minggu.

    Namun, kesenian Nandeh justru mengalami gempuran dari media elektronik yang selalu mengadakan acara beraneka ragam pilihan, akibat kemanjuan teknologi yang membuat jangkauan siaran saat ini hampir merata dapat diterima di seluruh pelosok Nusantara.

    Opini :
    Menurut Agus, seorang penutur Nandeh akan bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap, serta layaknya dalang di Pulau Jawa, penutur Nandeh juga menggunakan properti yaitu sebilah kayu atau bambu yang berukuran satu meter untuk menopang dagu nandeh.

    “Jika di pulau Jawa kesenian wayang terus mengalami modifikasi, baik itu dalam properti yang digunakan seperti wayang terbuat dari karet lentur, sedangkan isi cerita yang dilakonkan terus berubah mengikuti perkembangan zaman dan masih diterima sampai sekarang,” katanya.

    “Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh juga semakin memperburuk keadaan, apalagi kebiasaan seorang kakek bercerita kepada anak cucunya sebelum tidur saat ini sudah hilang dan tidak lagi diberlakukan,” katanya.

  • 3. ririithuriza  |  Juni 9, 2010 pukul 9:43 am

    Ibu,,,
    Ini tugas saya :

    Ide Pokok dari tiap-tiap paragraf :

    Paragraf 1 :
    Salah satu kesenian daerah Bengkulu yaitu Nandeh sudah punah.

    Paragraf 2:
    Tidak adanya lagi penerus untuk menghidupkan kembali kesenian Nandeh.

    Paragraf 3:
    Pelakon Nandeh mirip dalang bercerita atau berdongeng, sehingga dapat menghibur orang banyak.

    Paragraf 4 :
    Seorang penutur Nandeh bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap.

    Paragraf 5 :
    Kesenian wayang banyak dimodifikasi dan isi ceritanya mengikuti perkembangan zaman.

    Paragraf 6 :
    Akibat kemajuan teknologi, Nandeh mendapatkan gempuran dari media elektronik.

    Paragraf 7 :
    Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh semakin memperburuk keadaan kesenian ini.

    Paragraf 8 :
    Upaya yang dilakukan Disbudpar Bengkulu yaitu mengadakan festival kesenian.

    Fakta :
    “Kesenian yang berasal dan berkembang di wilayah Talo, Masmambang, Manna, hingga Kaur itu di zaman dulu hampir ada di setiap acara warga yang sedang berduka,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bengkulu, Drs Agus Setiyanti, Minggu.

    Namun, kesenian Nandeh justru mengalami gempuran dari media elektronik yang selalu mengadakan acara beraneka ragam pilihan, akibat kemanjuan teknologi yang membuat jangkauan siaran saat ini hampir merata dapat diterima di seluruh pelosok Nusantara.

    Opini :
    Menurut Agus, seorang penutur Nandeh akan bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap, serta layaknya dalang di Pulau Jawa, penutur Nandeh juga menggunakan properti yaitu sebilah kayu atau bambu yang berukuran satu meter untuk menopang dagu nandeh.

    “Jika di pulau Jawa kesenian wayang terus mengalami modifikasi, baik itu dalam properti yang digunakan seperti wayang terbuat dari karet lentur, sedangkan isi cerita yang dilakonkan terus berubah mengikuti perkembangan zaman dan masih diterima sampai sekarang,” katanya.

    “Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh juga semakin memperburuk keadaan, apalagi kebiasaan seorang kakek bercerita kepada anak cucunya sebelum tidur saat ini sudah hilang dan tidak lagi diberlakukan,” katanya.

  • 4. weyna  |  Juni 9, 2010 pukul 9:50 am

    Assalamualaikum Ibu,,,
    Ini tugas saya,,,

    Ide Pokok dari tiap-tiap paragraf :

    Paragraf 1 :
    Salah satu kesenian daerah Bengkulu yaitu Nandeh sudah punah.

    Paragraf 2:
    Tidak adanya lagi penerus untuk menghidupkan kembali kesenian Nandeh.

    Paragraf 3:
    Pelakon Nandeh mirip dalang bercerita atau berdongeng, sehingga dapat menghibur orang banyak.

    Paragraf 4 :
    Seorang penutur Nandeh bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap.

    Paragraf 5 :
    Kesenian wayang banyak dimodifikasi dan isi ceritanya mengikuti perkembangan zaman.

    Paragraf 6 :
    Akibat kemajuan teknologi, Nandeh mendapatkan gempuran dari media elektronik.

    Paragraf 7 :
    Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh semakin memperburuk keadaan kesenian ini.

    Paragraf 8 :
    Upaya yang dilakukan Disbudpar Bengkulu yaitu mengadakan festival kesenian.

    Fakta :
    “Kesenian yang berasal dan berkembang di wilayah Talo, Masmambang, Manna, hingga Kaur itu di zaman dulu hampir ada di setiap acara warga yang sedang berduka,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bengkulu, Drs Agus Setiyanti, Minggu.

    Namun, kesenian Nandeh justru mengalami gempuran dari media elektronik yang selalu mengadakan acara beraneka ragam pilihan, akibat kemanjuan teknologi yang membuat jangkauan siaran saat ini hampir merata dapat diterima di seluruh pelosok Nusantara.

    Opini :
    Menurut Agus, seorang penutur Nandeh akan bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap, serta layaknya dalang di Pulau Jawa, penutur Nandeh juga menggunakan properti yaitu sebilah kayu atau bambu yang berukuran satu meter untuk menopang dagu nandeh.

    “Jika di pulau Jawa kesenian wayang terus mengalami modifikasi, baik itu dalam properti yang digunakan seperti wayang terbuat dari karet lentur, sedangkan isi cerita yang dilakonkan terus berubah mengikuti perkembangan zaman dan masih diterima sampai sekarang,” katanya.

    “Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh juga semakin memperburuk keadaan, apalagi kebiasaan seorang kakek bercerita kepada anak cucunya sebelum tidur saat ini sudah hilang dan tidak lagi diberlakukan,” katanya.

  • 5. betamutiara  |  Juni 9, 2010 pukul 9:56 am

    Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh……

    nama: Beta Mutiara
    NPM : A1A008013

    jawaban tugas:
    1. Ide-ide pokok setiap paragraf yaitu sebagai berikut:

    Paragraf 1 :
    Salah satu kesenian daerah Bengkulu yaitu Nandeh sudah punah.

    Paragraf 2:
    Tidak adanya lagi penerus untuk menghidupkan kembali kesenian Nandeh.

    Paragraf 3:
    Pelakon Nandeh mirip dalang bercerita atau berdongeng, sehingga dapat menghibur orang banyak.

    Paragraf 4 :
    Seorang penutur Nandeh bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap.

    Paragraf 5 :
    Kesenian wayang banyak dimodifikasi dan isi ceritanya mengikuti perkembangan zaman.

    Paragraf 6 :
    Akibat kemajuan teknologi, Nandeh mendapatkan gempuran dari media elektronik.

    Paragraf 7 :
    Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh semakin memperburuk keadaan kesenian ini.

    Paragraf 8 :
    Upaya yang dilakukan Disbudpar Bengkulu yaitu mengadakan festival kesenian.

    2.
    Fakta :
    “Kesenian yang berasal dan berkembang di wilayah Talo, Masmambang, Manna, hingga Kaur itu di zaman dulu hampir ada di setiap acara warga yang sedang berduka,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bengkulu, Drs Agus Setiyanti, Minggu.

    Namun, kesenian Nandeh justru mengalami gempuran dari media elektronik yang selalu mengadakan acara beraneka ragam pilihan, akibat kemanjuan teknologi yang membuat jangkauan siaran saat ini hampir merata dapat diterima di seluruh pelosok Nusantara.

    Opini :
    Menurut Agus, seorang penutur Nandeh akan bercerita seperti setengah menyanyi dan bertutur seperti meratap, serta layaknya dalang di Pulau Jawa, penutur Nandeh juga menggunakan properti yaitu sebilah kayu atau bambu yang berukuran satu meter untuk menopang dagu nandeh.

    “Jika di pulau Jawa kesenian wayang terus mengalami modifikasi, baik itu dalam properti yang digunakan seperti wayang terbuat dari karet lentur, sedangkan isi cerita yang dilakonkan terus berubah mengikuti perkembangan zaman dan masih diterima sampai sekarang,” katanya.

    “Tidak adanya sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Nandeh juga semakin memperburuk keadaan, apalagi kebiasaan seorang kakek bercerita kepada anak cucunya sebelum tidur saat ini sudah hilang dan tidak lagi diberlakukan,” katanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Mei 2010
S S R K J S M
    Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: